|
Dayak Youth Community - Culture and Environmental Survival (DYC) atau Komunitas Muda Dayak dibentuk sejak bulan Oktober 2002 di Jakarta. Peluncuran organisasi DYC bertempat di Galeri Nasional Indonesia, diisi dengan berbagai atraksi seni budaya khas suku Dayak (tarian, nyanyian, menyumpit, kuliner, fashion show), pameran fotografi dan seminar sehari, "Dayak Art & Culture: Yesterday's Ritual-Today's Art" yang para pembicaranya Prof. Dr. Eddy Sedyawati (mantan Sekjen Kebudayaan RI) dan Elias Ngiuk (asal Dayak Mualang Kal-Bar, alumni jurusan Etnomusikologi Institut Seni Indonesia Jogja, sekarang sebagai Pemred Majalah Kalimantan Review).
Berawal dari rasa kerinduan generasi muda Dayak yang berasal dari berbagai sub-suku Dayak Kalimantan yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya terhadap tanah kelahiran dan akar budayanya, DYC dibentuk sebagai wadah berkumpulnya anak muda Dayak (dan yang berjiwa muda) dan non-Dayak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian dan pengembangan seni-budaya Dayak.
Para pendirinya merupakan para profesional muda Dayak asli maupun campuran (mixed blood) dari sub suku Ma'anyan, Ngaju, Mamak, Kanayatn, Kenyah, Bahau, Iban, Kayan Mendalam, dll dan non-Dayak yang bekerja dan berdomisili di Jakarta. Sebelumnya telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan memperkenalkan dan mempromosikan seni budaya Dayak khususnya kepada publik Jakarta. Pagelaran dan Pameran "Dayak Night:Unity in Diversity" di Erasmus Huis Jakarta tahun 1999 oleh Yayasan Burung Enggang yang melibatkan lebih dari 100 anak muda Dayak lintas sub-suku Dayak Kalimantan dan non-Dayak berdomisili di Jakarta ini merupakan momentum yang mengawali ide dibentuknya DYC kemudian.
Misi utama DYC adalah memperkenalkan dan menanamkan rasa cinta dan kepedulian generasi muda Dayak dari seluruh sub-suku yang ada terhadap akar budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya, serta mengajak siapapun dari suku apapun yang ingin mengenal seni budaya Dayak lebih jauh dan peduli pada pelestarian dan pengembangannya. Sebagai generasi muda Dayak yang nenek moyangnya memiliki filosofi dan tradisi yang kuat pada pemeliharaan lingkungan hidup di sekitarnya, DYC juga mengembangkan misi yang concern pada issue pelestarian lingkungan.
DYC merupakan organisasi sosial yang non-politis dan lintas agama. Ruang lingkup program DYC berfokus pada kegiatan bidang seni dan budaya Dayak, baik traditional maupun kontemporer dan bidang yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan keberlanjutannya. Semuanya itu diimplementasikan melalui berbagai project event dan research & sustainable development.
Beberapa event yang pernah diselenggarakan dan diikuti oleh DYC antara lain: Peserta Kongres Kebudayaan Indonesia (Denpasar Bali, 2003), Peserta Pameran Tenun Ikat Nusantara oleh Wastraprema (Museum Tekstil Jakarta, 2004), Penyelenggara Pameran Tenun Ikat Sintang-Yayasan Kobus & Pemkab Sintang (World Trade Center, Jakarta, 2005), Pembicara Seminar Kebudayaan dan Pendidikan (Kabupaten Melawi, Kalbar, 2006), Co-Organizer Samuel Wattimena Ethnic Contemporary Fashion Show pada "Dayak Festival" in 40th Anniversary Total E&P Indonesie (Balikpapan, 2008).
Selain itu, sejak dibentuknya hingga saat ini, DYC juga aktif sebagai observer (pengamat) pada berbagai event pertunjukan (aktivitas) seni budaya Dayak yang digelar di Jakarta maupun di Kalimantan.
Pendiri: Sintha Dj. Assan (Dayak Ma'anyan - Kalteng); Gregorio Victor Leo Oendoen (Dayak Kanayatn - Chinese/Manado - Kalbar); Johnny W. Utama (Chinese - Kalbar); Monika Oktaviana (Dayak Kanayatn/ Toraja - KalBar); Mering Ngo (Dayak Kayan Mendalam - Kalbar); Carolina S. Phaing (Dayak Mamak/Jawa - Kalteng); Luciana Bulan Jos Ibau (Dayak Bahau/Chinese/Jawa - Kaltim); Santhi Anjit Gun (Dayak Kenyah Lepo' Tau & Lepo' Kulit - Kaltim); Anneke Sindal (Dayak Ma'anyan/Chinese - Kalteng); Yusiana Poholimgaw (Chinese - Kalbar); Pancani Gandrung (Dayak Ma'anyan - Kalteng); Inryani Djandam (Dayak Ma'anyan - Kalteng); Erly Yanewita Ibrahim (Dayak Ngaju - Kalteng); Ajarani Djandam (Dayak Ma'anyan - Kalteng); Kletus Tjilik Riwut (Dayak Ngaju/Jawa - Kalteng
Pengurus periode 2009 - 2011:
Sintha Dj Assan (Ketua Umum)
Gregorio Victor Leo Oendoen (Ketua I, Bidang Program)
Carolina S. Phaing (Ketua II)
Monika Oktaviana (Sekretariat)
Jaharah Natalia Toemon (Bendahara)
Rani Djandam (Program Manager)
Nancy "Ochie" Ariani (External Relation)
Jaya Kristianto (Facebook Group dan Website Maintainance)
Bookmark with:
|